Pink Arrow, Bow Tie Hearts Blinking, Letter E

Rabu, 20 Maret 2019

C. Pengolahan Bahan Limbah Keras

C. Pengolahan Bahan Limbah Keras

Produk kerajinan dari bahan limbah keras yang dimaksud adalah limbah keras organik dan anorganik. Banyak orang yang sudah memanfaatkan limbah keras ini sebagai produk kerajinan. Teknik pembuatannya pun bervariasi. Temuan-temuan desain produk kerajinan dari limbah keras selalu bertambah dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan semakin banyak orang yang telah menaruh perhatian terhadap pemanfaatan limbah keras sebagai produk kerajinan.

Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya limbah keras dari masing-masing daerah berbeda. Limbah anorganik memiliki kecenderungan dihasilkan oleh kawasan industri dan domestik (rumah tangga). Misalnya di wilayah industri limbah keras yang ada umumnya berupa puing-puing logam dan pecahan kaca.

Sementara limbah keras dari rumah tangga umumnya berupa plastik dan tulang-belulang limbah pangan dari hewani. 

Proses pengolahan masing-masing bahan limbah keras secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Di bawah ini proses pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah keras.


http://kukerjakanprmu.blogspot.com/2018/01/pengelolaan-bahan-limbah-keras.html


Proses pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah keras

1. Pemilahan bahan limbah Seleksi bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses          produksi.
2. Pembersihan limbah Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih. 
    Oleh karena itu, perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen agar zat            bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih.
3. Pengeringan Pengeringan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar              matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan dibersihkan menggunakan        lap kering.
4. Pewarnaan Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau        dikuas dengan cat.
5. Pengeringan setelah pewarnaan Setelah diberi warna, bahan limbah harus dikeringkan        kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan.
6. Penghalusan bahan agar siap pakai Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing          agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya,            seperti dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan diamplas.


sumber : http://kerajinanprakarya.blogspot.com/2018/01/pengolahan-bahan-limbah-keras.html

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras


1. Limbah Keras Organik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu. Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, tetapi diperlukan peralatan yang cu kup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.



Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras
2. Limbah Keras Anorganik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng. Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.

Limbah keras dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan tersebut. Mulailah dari sekarang, untuk hidup yang lebih baik! Lakukanlah pengamatan terhadap gambar beberapa produk kerajinan dari limbah keras yang ada di ling ku nganmu.1. Limbah Keras Organik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu. Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, tetapi diperlukan peralatan yang cu kup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.


Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras
2. Limbah Keras Anorganik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng. Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.

Limbah keras dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan tersebut. Mulailah dari sekarang, untuk hidup yang lebih baik! Lakukanlah pengamatan terhadap gambar beberapa produk kerajinan dari limbah keras yang ada di lingkunganmu.


sumber : http://kerajinanprakarya.blogspot.com/2018/01/jenis-dan-karakteristik-bahan-limbah.html

A. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras

A. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras  

Pengolahan limbah keras maupun organik memiliki prinsip yang sama yaitu dengan sistem 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle. Bacalah kembali bagian terdahulu agar dapat memahaminya kembali. Upaya melakukan recycle (mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan tangan) berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Reduce, reuse, dan recycle dalam proses pembuatan produk kerajinan harus selalu dijalankan. Tindakan dapat meminimalisir sampah yang dihasilkan dalam proses produksi kerajinan.
Penggunaan bahan limbah keras untuk dirancang menjadi sebuah  produk kerajinan tidaklah mudah. Kita harus memiliki motivasi yang besar  dalam proses kreatif dan mengatasi masalah limbah di lingkungan, sehingga    tidak sulit untuk melahirkan rancangan yang besar.  Kita perlu mengetahui dan memahami prinsip dasar yang membangun kesadaran bahwa mend esain bahan limbah keras merupakan proses menata ulang kebermanfaatan dari sebuah produk yang telah hilang nilai gunanya. Seperti yang telah d iuraikan pada bab terdahulu bahwa seharusnya sebuah rancangan  bersifat berkelanjutan (sustainable design), tidak hanya cukup secara ekonomi saja, tetapi harus mengintegrasikan isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya ke dalam produk. Hal tersebut agar desain lebih dapat bertanggung jawab dalam menjawab tantangan dalam masyarakat global. Begitu juga seorang desainer produk harus memahami pentingnya pe mahaman ini.
Proses kreatif akan ditemukan saat seseorang telah memperoleh daya serap, imajinasi melalui pengetahuan terhadap materi bahan, alat dan proses yang akan ditekuninya. Pengetahuan bahan limbah keras, penggunaan alat dan kemampuan keteknikan dalam bertukang akan melahirkansebuah proses kreatif itu sendiri. Jadi, kreativitas harus diupayakan tercipta dengan banyak langkah. Setelah kreativitas muncul maka akan melahirkan produk.

Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R, yaitu:
1. Mengurangi (Reduce) Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2.  Menggunakan kembali (Reuse) Pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang.
3.   Mendaur ulang (Recycle) Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan.

Upaya melaksanakan mendaur ulang limbah (Recycle) menjadi karya kerajinan tangan, berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan sebagai wadah penyaluran hobi keterampilan, kreatifitas, dan menumbuhkan jiwa wirausaha.

sumber : http://syafeiski.blogspot.com/2018/01/prinsip-kerajinan-bahan-limbah-keras.html
Prakarya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Rabu, 13 Februari 2019

KERAJINAN PLASTISIN



NAMA KELOMPOK :
  1. ABEL LAILA NEVI AZZAHRA (01)
  2. AHMAD NUR FAIZ (02)
  3. ERIKA ANGELINA SALMAN (13)
  4. NATHANIA CRISAN BELVA ELVARETTA (19)
  5. VINCENT BAGAS PUTRA RUSNIAWAN (23)



"DREAM HOUSE"



Alat dan Bahan :
Hasil gambar untuk gambar tusuk gigi



TUSUK GIGI 







  PLASTISIN
Hasil gambar untuk plastisin










KARTON
Hasil gambar untuk karton














Hasil gambar untuk penggaris




PENGGARIS
Hasil gambar untuk pensil









PENSIL








GUNTING
Hasil gambar untuk gunting


















Cara Membuat :








Hasil : 



Rabu, 23 Januari 2019

DESAIN KERAJINAN PLASTISIN

Contoh Desain Kerajinan dari Plastisin 

Hasil gambar untuk kerajinan dari plastisin

https://www.google.com/search?q=kerajinan+dari+plastisin&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi5rrfTnYXgAhUaTI8KHeDWDPQQ_AUIDigB&biw=1600&bih=789#imgrc=_HvUjF_jB5pxjM:

Rabu, 16 Januari 2019

B. JENIS DAN KARAKTERISITK KERAJINAN BAHAN LUNAK


1. BAHAN LUNAK BAUATAN
Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. contohnya, tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.
    a. tanah liat

  • memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya merupakan warna natural tanah 
  • tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300 derajat celcius sedangkan earthenware hanya 900 derajat celcius
  • tanah liat mudah hancur
  • campuran tanah liat adalah air
  • pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir
https://id.images.search.yahoo.com/yhs/search;_ylt=AwrwXxQQ0T9c7m0ACx73RQx.;_ylu=X3oDMTB0N2poMXRwBGNvbG8Dc2czBHBvcwMxBHZ0aWQDBHNlYwNwaXZz?p=contoh+bahan+lunak+alam&type=36ds_7007_CHW_ID&hspart=iba&hsimp=yhs-1&ei=UTF-8&fr=yhs-iba-1#id=46&iurl=https%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-btjnb3bd5X8%2FU_G8jERtGjI%2FAAAAAAAAAs4%2Fg_fWjGr_tSA%2Fs1600%2Fmvc-001f52.jpg&action=click

    b. kulit 
  • kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk
  • kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem
  • kulit alami ytang terbakar akan berbau sate
  • kulit tidak tahan air, maka jika kulit terkena air akan merusak struktur kulit 
    c. getah nyatu 
  • detah nyatu bersala dari pohon nyatu yang berwarna putih
  • jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak dan elastis
  • jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan mengeras 
    d. flour clay 
  • flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk
  • flour clay dicampur dengan air
  • kerajinan ini tidak tahan air, karena jika terkena air akan mudah rusak
  • pewarnaan dapat dilakukan dengan pewarna makanan atau sintetis


https://id.images.search.yahoo.com/yhs/search;_ylt=AwrwXxQQ0T9c7m0ACx73RQx.;_ylu=X3oDMTB0N2poMXRwBGNvbG8Dc2czBHBvcwMxBHZ0aWQDBHNlYwNwaXZz?p=contoh+bahan+lunak+alam&type=36ds_7007_CHW_ID&hspart=iba&hsimp=yhs-1&ei=UTF-8&fr=yhs-iba-1#id=46&iurl=https%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-btjnb3bd5X8%2FU_G8jERtGjI%2FAAAAAAAAAs4%2Fg_fWjGr_tSA%2Fs1600%2Fmvc-001f52.jpg&action=click


2. BAHAN LUNAK BUATAN 
bahan lunak buatan adalah bahan karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. bahan-bahan yang digunakan adalah polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun, dan parafin.
    a. polymer clay dan plastisin 

  • polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan berstruktur lunak
  • yang membedakan, polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak
  • pada pengeringan polymer clay dapat mengeras, sedangkan palstisin tetap pada keadaan semula
    b. fiberglass
  • fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras
  • dapat dibentuk ketika mengeras
  • dapat dibuat dengan cara dicetak
  • campuran fiberglass adalah katalis 
  • pewarnaan dapat dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan mengering
  • fiberglass tahan lama dan kuat. wujudnya bening.
https://id.images.search.yahoo.com/yhs/search;_ylt=AwrwXxQF2D9cowYAQvv3RQx.;_ylu=X3oDMTB0N2poMXRwBGNvbG8Dc2czBHBvcwMxBHZ0aWQDBHNlYwNwaXZz?p=gam%2Cbar+fiberglass&type=36ds_7007_CHW_ID&hspart=iba&hsimp=yhs-1&ei=UTF-8&fr=yhs-iba-1#id=22&iurl=https%3A%2F%2Fsc02.alicdn.com%2Fkf%2FHTB1WwmFMVXXXXayXpXXq6xXFXXXM%2FAluminum-foil-fiberglass-cloth-as-container-liner.jpg&action=click

    c. lilin dan parafin 
  • lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair
  • pengolahan dilakukan dengan cara dicetak/cor
  • pewarnaan dilakukan saat lilin mencair
  • lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu
  • lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali
    d. gips 
  • wujudnya adalah bubuk
  • pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi 
  • gips mudah pecah 
    e. sabun 
  • sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir
  • sabun dapat diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay
  • sabun yang didiamkan akan mengeras
  • pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna sabun atau dapat pula ditambahn biang warna saat sabun dibuat adonan